You need to enable javaScript to run this app.

Perkuat Ekosistem Pembaharu, Guru MA Walisongo Ikuti Training of Facilitators Guru Gaharu di Solo

  • Minggu, 10 Mei 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
Perkuat Ekosistem Pembaharu, Guru MA Walisongo Ikuti Training of Facilitators Guru Gaharu di Solo

SOLO – MA Walisongo Pecangaan terus berkomitmen meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan kompetensi tenaga pendidiknya. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan dua guru delegasi dalam agenda Training of Facilitators (ToF) Guru Gaharu yang diselenggarakan di Aston Solo Hotel, Surakarta, pada Jumat hingga Minggu (8-10 Mei 2026).

Dua guru yang dipercaya menjadi representasi MA Walisongo dalam kegiatan ini adalah Choifah, S.Pd.I., M.Pd. dan Vidya Naelasshifa, S.Pd. Keduanya bergabung bersama para kepala sekolah dan penggerak pendidikan lainnya untuk menyelami filosofi perubahan yang diinisiasi oleh Ashoka melalui Gerakan Pembaharu Indonesia.

Melatih Generasi "Changemaker"

Pelatihan yang digulirkan oleh Ashoka melalui Gerakan Pembaharu Indonesia ini berfokus pada pengembangan keterampilan changemaking bagi generasi muda. Di tengah perubahan dunia yang cepat, siswa dituntut memiliki kemampuan berempati, berpikir kritis, dan cakap dalam memecahkan masalah sosial.

Selama tiga hari, para peserta melewati proses transformasi layaknya ulat menjadi kupu-kupu—mulai dari tahap pendalaman materi hingga merancang strategi inovatif untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Dukungan Penuh Kepala Madrasah

Kepala MA Walisongo, Bapak Ainun Najib, S.Pd.I., memberikan dukungan penuh atas partisipasi guru dalam kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa peran guru sangat krusial sebagai jembatan bagi siswa untuk menjadi pemimpin perubahan.

"Seorang guru memegang peranan penting untuk mempersiapkan generasi muda melalui ekosistem pendidikan yang memampukan mereka beradaptasi dan memimpin pergerakan sosial. Kami berharap ilmu yang didapat dari pelatihan ini bisa segera diimplementasikan untuk mendukung siswa MA Walisongo menjadi pembaharu di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujar Bapak Ainun Najib, S.Pd.I.

Implementasi Konsep 5R di Madrasah

Melalui ToF ini, delegasi MA Walisongo dibekali konsep 5R (Rasa, Raih, Rancang, Rencana, Rawat) serta paradigma Asset-Based Thinking. Output dari kegiatan ini adalah perancangan peta jalan Sekolah Gaharu, yang akan menjadi panduan bagi madrasah dalam mendukung inisiatif sosial dan kreativitas peserta didik.

Dengan semangat transformasi ini, MA Walisongo Pecangaan siap melangkah maju untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu mencetak individu-individu yang peka terhadap masalah sosial dan solutif bagi tantangan zaman.

Bagikan artikel ini:
Ainun Najib, S.Pd.I

- Kepala Madrasah -

Assalamu’alaikum Wr Wb Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena telah memberikan kesempatan dan nikmat yang...

Berlangganan
Banner