You need to enable javaScript to run this app.

Dua Alumni MA Walisongo Pecangaan Wakili Jawa Tengah dalam MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026

  • Jum'at, 11 September 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
Dua Alumni MA Walisongo Pecangaan Wakili Jawa Tengah dalam MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026

Jepara, 09/11/2026 – Prestasi membanggakan kembali ditulis oleh alumni MA Walisongo Pecangaan. Dua alumni Madrasah, yakni Ahmad Manbaul Ulum alumni tahun 2012 dan Nusrotuz Zulfa alumni tahun 2016, dipercaya menjadi perwakilan Jawa Tengah Bidang Seni Kaligrafi Al-Qur’an Digital Putra dan Putri dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 yang diselenggarakan di Semarang pada 11 – 20 September 2026 mendatang.

Keikutsertaan keduanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MA Walisongo Pecangaan. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kiprah alumni madrasah dapat terus berkembang hingga mampu membawa nama daerah dalam ajang yang lebih luas.

Bagi Ulum, dunia kaligrafi bukanlah hal yang baru. Ketertarikannya terhadap seni ini telah tumbuh semenjak menimba ilmu di MA Walisongo dan terus dikembangkan hingga alumni tahun 2012 tersebut telah menorehkan banyak prestasi, seperti juara 3 Lukis Kaligrafi tingkat nasional, juara 2 Kaligrafi Hiasan Musaf Provinsi Jawa Tengah hingga beberapa kejuaraan di bidang Seni Kaligrafi Al-Qur’an Digital yang mengantarkan Ulum menjadi perwakilan Jawa Tengah. Selain itu, ia juga mendapatkan beasiswa untuk studi S1 hingga S2 melalui prestasinya di bidang Kaligrafi.

Perjalanan serupa juga dilalui oleh Nusrotuz Zulfa. Alumni MA Walisongo tahun 2016 tersebut memulai kiprahnya dalam bidang Kaligrafi Dekorasi dan telah mendapatkan banyak prestasi salah satunya Juara 2 Kaligrafi Dekorasi tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 lalu. Namun, di periode ini Zulfa ingin mencoba hal baru yaitu bidang kaligrafi digital, menurutnya seorang kaligrafer perlu mencari peluang-peluang baru.

“Saya ingin meng-upgrade kemampuan di bidang digital, karena era sekarang itu menuntut seorang kaligrafer tidak hanya mampu menulis khat, tetapi juga mengolahnya menjadi karya digital melalui warna, komposisi dan aplikasi,” jelas Zulfa.

Keduanya memiliki perjalanan yang berbeda dalam menekuni kaligrafi. Namun, ketekunan untuk terus berlatih menjadi salah satu hal yang mempertemukan perjalanan mereka hingga akhirnya dapat berada dalam satu ajang.

Sebagai perwakilan Jawa Tengah, Ulum dan Zulfa menjalani berbagai tahapan. Mulai dari seleksi online di tingkat Kabupaten Jepara, dilanjutkan seleksi di tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga akhirnya harus melewati masa karantina selama enam bulan.

“Proses hingga menjadi perwakilan untuk Jawa Tengah tentu panjang, mulai dari seleksi tingkat kecamatan hingga provinsi kemudian dilanjutkan dengan pembinaan dan karantina ketat selama enam bulan di training camp Jakarta,” ungkap Ulum.

Sementara itu, Zulfa mengungkapkan perjalanan ini mengajarkan dirinya untuk berani keluar dari zona nyaman dan terus belajar, karena  baginya kesempatan besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang berani diambil.

Keikutsertaan keduanya dalam MTQ juga memiliki cerita tersendiri bagi MA Walisongo. Ulum, yang kini kembali ke almamater sebagai pembina kaligrafi, tidak hanya mengembangkan kemampuan dirinya tetapi juga turut mendampingi siswa-siswi MA Walisongo dalam pengembangan bakat di bidang kaligrafi.

Sebagai pembina, Ulum berusaha membagikan pengalaman yang diperolehnya kepada para siswa. Pengalamannya mengikuti kompetisi juga menjadi bekal untuk memberikan proses latihan dan persiapan dalam sebuah kompetisi.

“saya sangat senang bisa mengamalkan ilmu kepada adik-adik MA Walisongo, karena dari sinilah titik awal saya bisa belajar kaligrafi. Harapan saya dari MA Walisongo akan lahir generasi penulis Al-Qur’an lain yang akan mengharumkan nama madrasah di tingkat nasional hingga Internasional,” kata Ulum.

Di sisi lain, prestasi Zulfa juga menjadi catatan membanggakan alumni MA Walisongo. Meskipun tidak terlibat secara langsung dalam pembinaan di madrasah, kiprahnya di bidang kaligrafi menunjukkan alumni MA Walisongo terus memiliki kesempatan untuk berkembang dan berprestasi sesuai bidang yang ditekuni.

Kepala MA Walisongo, Ainun Najib, menyampaikan apresiasi atas capaian kedua alumni tersebut, ia berharap bahwa dengan keikutsertaan alumni MA Walisongo dalam ajang ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi sehingga mampu mengulang sejarah yang sama. Selain itu, ia juga mendoakan keberhasilan keduanya supaya mendapatkan hasil yang terbaik.

Bagi MA Walisongo, keberhasilan alumni tersebut tidak hanya menjadi sebuah pencapaian di bidang kaligrafi. Lebih dari itu, kisah keduanya menunjukkan bahwa proses belajar dan pengembangan bakat yang dimulai sejak bangku madrasah dapat terus berlanjut. Keduanya menjadi bagian dari cerita alumni MA Walisongo  yang terus tumbuh, berkarya dan mengharumkan nama daerah melalui seni kaligrafi. (Vidya Naelasshifa)

Bagikan artikel ini:
Ainun Najib, S.Pd.I

- Kepala Madrasah -

Assalamu’alaikum Wr Wb Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena telah memberikan kesempatan dan nikmat yang...

Berlangganan
Banner